03 September 2007

Israel Tanamkan Modalnya di Nusa Tenggara Timur



Sejumlah Pejabat Israel Berbincang Untuk Kemajuan Penjajahanya


Infopalestina-Jakarta : Sikap sebagian besar rakyat Indonesia yang mendukung perjuangan Palestina untuk membebaskan dirinya dari penjajahan Israel, ternyata tidak diiringi oleh kalangan birokratnya. Terbukti mereka diam-diam sudah menjalin kerja sama ekonomi di bidang BBN dengan Israel di Nusa Tenggara Timur.

Padahal, baru saja para wakil bangsa ini menyatakan dukunganya terhadap pemerintahan Palestina pimpinan Ismael Haneya, ketika menerima kunjungan delegasi Palestian untuk Indonesia yang dipimpin oleh Musyir el-Misri kemarin Senin (3/9).

El-Misri mengakhiri kunjunganya di Indonesaia dalam program lawatanya ke nagera-negara Islam di kawasan Asia. Ia diterima ketua MPR Hidayat Nurwahid Ketua DPR Agung Laksono dan sejumlah pejabat lainya.

Dalam pada itu, El-Misri mengucapkan terima kasih atas sikap bangsa Indonesia yang pro terhadap kemerdekaan Palestina dan terus konsisten dalam memperjuangkan kemerdekaan negeri itu dari tangan penjajah Israel.

Namun sayang sikap ini tidak diiringi oleh kalangan ekonom dan birokrasi di Indonesia yang ternyata diam-diam mengadakan kerja sama dengan Israel dalam segi Ekonomi.

Seperti dipaparkan Sekretaris Timnas BBN Evita Legowo usai seminar nasional Bahan Bakar Nabati di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin (3/9/2007) yang mengatakan, Israel sudah menyatakan minatnya untuk proyek-proyek terkait penambahan kapasitas kilang di Indonesia baik dengan modifikasi kilang yang ada atau membangun kilang baru.
Saat ini, ungkap Evita, industri hilir migas di Indonesia memang sudah lebih bebas dimasuki investor swasta. Meskipun demikian, kemungkinan Israel tetap akan menggandeng partner lokal.
Terkait pengembangan BBN, Israel sudah mulai mengembangkan jarak pagar di NusaTenggaraTimur. Proyek yang dikembangkan Israel ini mencakup sisi hulu sampai hilir, artinya akan mengembangkan pohon jarak dari penanaman sampai pengolahan, ungkap Evita lebih gamblang.

Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata Israel sudah lama berbisnis di wilayah ini. Seperti dijelaskan Evita, "Mereka memang sudah punya pengalaman, saat ini sepertinya mereka sudah punya lahan di NusaTenggaraTimur.
Hasil dari pengembangan yang dikerjakan Israel ini bisa berupa biodiesel dan bio-oil yang bisa digunakan untuk transportasi dan pembangkit listrik. (detikfinance/asy)

Tidak ada komentar: